![]() |
| robbin family's |
"Indahnya kebersamaan", meskipun
kata-kata tersebut begitu mudah dan simpel untuk dikatakan namun itu adalah dua
buah kata yang sangat sulit untuk diimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Anda mungkin adalah orang yang memiliki kesibukan yang super dan
jadwal pekerjaan yang padat, akan tetapi jangan serta-merta hal ini menjadi
sebuah alasan dan pembenaran bagi Anda manakala Anda tak lagi memiliki waktu
yang berkualitas untuk keluarga. Cobalah untuk berkontemplasi ( merenung dengan
penuh perhatian) dan mulai memikirkan sejenak bahwa keluarga sesungguhnya
adalah diatas segalanya, bahkan pekerjaan Anda. Mungkin baru sekarang saya
menyadari ini, dan tidak ada salahnya saya menshare agar Anda tidak
terlambat lagi seperti saya. Akan tetapi sebelumnya saya bersyukur atas segala
terjadi, karna pada dasarnya semua itu untuk pasti ada hikmahnya.
Selesai kuliah ini saya menyadari banyak waktu
yang terbuang bersama keluarga, berangkat pagi pulang malam. Setelah makan
malam, mengerjakan tugas, kemudian tidur esoknya berangkat kuliah lagi,
sepertinya itulah rutinitas saya sehari-hari. Tak jarang hari minggu yang
digadang-gadang akan menjadi best moment bersama kelurga, harus saya ihlaskan
karna kebetulan selain menjadi mahasiswa, saya juga menjabat dibeberapa
bidang kepala organisasi kampus. Selain itu, sebagai mahasiswa sainstis, saya
juga sempat mencicipi rasanya menjadi anak laboratorium (assisten praktikum
ceritanya) yang bercengkrama dengan mikroskop dan teman-temanya, saking
asyiknya menikmati pengatahuan, sering kali lupa waktu untuk pulang. Belum lagi
teman-teman kelas yang sering sekali mengajak hangout bersama melepas
penat setelah lama bercengkrama dengan nama-nama ilmiah dan konsep-konsep
biologi yang menyambung dari satu ke lainnya. Saya tegaskan lagi, saya
bersyukur atas segala terjadi, semua itu pilihan dan saya memilih ini.
Saya tau pasti akan ada value yang saya dapatkan setelah ini walaupun
tak sedikit hal-hal yang saya korbankan dan salah satunya waktu.
Masih ingat dalam ingatan saya, hari itu saya
pulang dari kampus jam 7 malam. Setelah penat belajar, lelah dengan kegiatan,
ditambah lagi harus berdiri 1 jam lebih disebuah bus ekonomi yang
panasnya luar biasa. Entah sedang apes atau apa, bus AC langganan saya sudah
lewat, terpaksalah naik bus ekonomi. Perut yang keroncongan membuat emosi
saya tak tertahan ingin segera makan kemudian tidur dirumah dan berangkat lagi
esok hari untuk menjalankan kembali rutinitas. Namun apa yang terjadi setelah
sampai rumah, tidak ada satupun makanan yang tersaji. Nasi kuning sisa kemeren
saja hanya cukup untuk makan kucing. Ingin sekali saya marah saat itu, Namun
hati ini luluh, batin saya menangis tak karauan seketika ketika ibu saya
berkata "Eh anak ibu udah pulang, gimana kuliahnya, udah makan? uang
jajanya cukup? maafin ibu ya, ibu gak masak, ibu sedikit capek ini".
Terlihat raut muka pucat menahan sakit sambil memaksakan tersenyum untuk
menyambut anaknya pulang kuliah. Tertenduk lesu, binggung harus berbuat apa.
Rasa lapar seketika hilang begitu saja. Disaat sakit saja, hanya ada anknya
dalam pikiranya. Pernahkan dalam kesaharian terlintas dalam pikiran Anda
tentang Ibu, Ibu sedang apa dirumah? ibu makan apa? apakah ibu hari ini sehat?
(.......) Kebiasaan ibu, ketika anaknya pulang, hanya tanya sudah makan?
setelah itu diam, tak ada satupun kata yang terucap sampai anaknya sendiri yang
menegurnya kembali. Capek runititas, terkadang saya jarang menegurnya kembali.
Akan tetapi suatu hari, ibu bertanya cukup banyak? mungkin beliau cukup rindu
terhadap anaknya diakhir obrannya masih
teringat sampai sekarang "Bin, kapan ada libur, kok perasaan mahasiswa
sekarang sibuk banget, udah jarang banget mijet ibu ya, ngobrol aja gak pernah
lagi. "Jadi relakah Anda menukar kehangatan dalam keluarga Anda
dengan kesibukan dalam pekerjaan Anda yang mungkin sudah sangat
berlebihan?"
Setelah lulus kuliah, belum mendapatkan pekerjaan
yang tetap, saya cukup menikmatinya untuk sekarang Kebersamaan yang semakin
intim, banyak waktu santai. Saya begitu menikmatinya. Sungguh, inilah
moment-moment yang saya rindukan dan saya dambakan. Bisa bercengkrama dengan
ayah dan ibu, bercerita tentang kejadian-kejadian sewaktu kuliah, bercerita
tentang beliau saat muda dulu. Inilah kebahagiaan, saya sungguh menikmatinya.
Banyak yang mengagngap kebersamaan dalam keluarga adalah hal sepele. Tapi
tahukah Anda keluarga yang harmonis terbentuk dari kebersamaan sehari-hari.
Kebersamaan itu adalah suatu hal yang sungguh indah sekali, karena setiap
manusia pasti menginginkan kebersamaan dengan orang-orang yang dicintainya itu,
sehingga kebersamaan dalam hal apapun itu sungguh sangat indah sekali kita
rasakan, dari kebersamaan itu kita bisa belajar banyak hal tentang hidup ini
salah satunya adalah kita bisa melakukan sesuatu hal yang lebih bermakna dan
berkesan dalam hidup bersama keluarga.
14-10-2015 hari libur nasional yang bertapatan
dengan tahun baru islam. Hari ini sebenarnya saya ada acara untuk menghadiri
keakraban di program study. Entahlah mengapa panitia memilih hari ini (bukan
diaturan jawa 1 syuro tidak boleh kemana-mana, sudahlah saya juga tidak terlalu
mau bahas yang ini tidak penting juga, diadat minang semua hari baik tergantung
setiap priabdi yang akan menjalaninya). Dengan banyak pertimbangan saya
memutuskan tidak mengadiri acara tersebut, akan tetapi semua terbayar mahal
dengan kebersaaman keluarga yang begitu erat. Pagi hari kami sudah
bersih-bersih rumah, memperbaiki taman depan rumah, kemudian membuat ikan bakar
khas padang bersama. Tak lupa membuat jajanan empek-empek khas palembang
bersama uni, ibu, dan ayah. Sorenya tak disangka uni saya yang 1 yang pertama
berkunjung kerumah. Ini benar moment yang jarang sekali terjadi. setelah kami
dewasa susah sekali ada moment-moment seperti ini. Malam harinya, riuh yang
saya rindukan kembali terdengar. dan saya benar-benar bahagia.
Akhirnya sekian dulu cerita yang bisa kami berikan sebagai renungan rehat
anda setelah melakukan berbagai aktivitas yang tentunya melelahkan. Saya
kembali mengingkan diri saya pribadi dan teman-teman sekali "Jadikan hidup
anda berarti untuk orang-orang terdekat yang anda miliki. Dengan demikian,
kebahagiaan perlahan akan menghampiri anda. Oleh karena itu hargai setiap
kebersamaan bersama dengan keluarga, jadikanlah setiap kebersamaan bersama
orang-orang yang paling kita cintai dengan sesuatu hal yang beda dan berarti
dalam hidup ini, karena kebersamaan merekalah salah satu harta yang sangat
berharga dalam hidup kita. Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu
titik dimana pada dasarnya semua yg kita lakukan, semua jerih lelah
kita dalam pekerjaan, semua untuk mereka "Keluarga"
Ingatlah teman waktu itu terus berjalan, jangan sampai menyesai dikemudian
hari karna tidak dapat bekata "ibu terimaksih", "maaf ya
bu", Ibu masak apa" , "ibu cantik hari ini", "ayah udah makan", "ayah bagaimana pendapatmu tentang
ini". Baiklah mulai sekarang luangkan waktu sedikit saja saja bersama keluarga, entah
itu hanya minum teh atau makan bersama karena seorang manusia akan berjalan
mengelilingi dunia untuk menemukan apa yang ia inginkan. Dan yang paling ia
inginkan tak lain adalah kembali pulang kerumah.
Uang itu berharga… Kebersamaan dan kekeluargaan jauh lebih berharga. Tak ternilai!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar