Rabu, 14 Oktober 2015

Kebersamaan bersama keluarga (Uang itu berharga… Kebersamaan dan kekeluargaan jauh lebih berharga. Tak ternilai! )


robbin family's
"Indahnya kebersamaan", meskipun kata-kata tersebut begitu mudah dan simpel untuk dikatakan namun itu adalah dua buah kata yang sangat sulit untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Anda mungkin adalah orang yang memiliki kesibukan yang super dan jadwal pekerjaan yang padat, akan tetapi jangan serta-merta hal ini menjadi sebuah alasan dan pembenaran bagi Anda manakala Anda tak lagi memiliki waktu yang berkualitas untuk keluarga. Cobalah untuk berkontemplasi ( merenung dengan penuh perhatian) dan mulai memikirkan sejenak bahwa keluarga sesungguhnya adalah diatas segalanya, bahkan pekerjaan Anda. Mungkin baru sekarang saya menyadari ini, dan tidak ada salahnya saya menshare agar Anda tidak terlambat lagi seperti saya. Akan tetapi sebelumnya saya bersyukur atas segala terjadi, karna pada dasarnya semua itu untuk pasti ada hikmahnya.

Selesai kuliah ini saya menyadari banyak waktu yang terbuang bersama keluarga, berangkat pagi pulang malam. Setelah makan malam, mengerjakan tugas, kemudian tidur esoknya berangkat kuliah lagi, sepertinya itulah rutinitas saya sehari-hari. Tak jarang hari minggu yang digadang-gadang akan menjadi best moment bersama kelurga, harus saya ihlaskan karna kebetulan selain menjadi mahasiswa, saya juga menjabat dibeberapa  bidang kepala organisasi kampus. Selain itu, sebagai mahasiswa sainstis, saya juga sempat mencicipi rasanya menjadi anak laboratorium (assisten praktikum ceritanya) yang bercengkrama dengan mikroskop dan teman-temanya,  saking asyiknya menikmati pengatahuan, sering kali lupa waktu untuk pulang. Belum lagi teman-teman kelas yang sering sekali mengajak hangout bersama melepas penat setelah lama bercengkrama dengan nama-nama ilmiah dan konsep-konsep biologi yang menyambung dari satu ke lainnya. Saya tegaskan lagi, saya bersyukur atas segala terjadi, semua itu pilihan dan saya  memilih ini. Saya tau pasti akan ada value yang saya dapatkan setelah ini walaupun tak sedikit hal-hal yang saya korbankan dan salah satunya waktu.

Masih ingat dalam ingatan saya, hari itu saya pulang dari kampus jam 7 malam. Setelah penat belajar, lelah dengan kegiatan, ditambah lagi harus berdiri  1 jam lebih disebuah bus ekonomi yang panasnya luar biasa. Entah sedang apes atau apa, bus AC langganan saya sudah lewat, terpaksalah  naik bus ekonomi. Perut yang keroncongan membuat emosi saya tak tertahan ingin segera makan kemudian tidur dirumah dan berangkat lagi esok hari untuk menjalankan kembali rutinitas. Namun apa yang terjadi setelah sampai rumah, tidak ada satupun makanan yang tersaji. Nasi kuning sisa kemeren saja hanya cukup untuk makan kucing. Ingin sekali saya marah saat itu, Namun hati ini luluh, batin saya menangis tak karauan seketika ketika ibu saya berkata "Eh anak ibu udah pulang, gimana kuliahnya, udah makan? uang jajanya cukup? maafin ibu ya, ibu gak masak, ibu sedikit capek ini". Terlihat raut muka pucat menahan sakit sambil memaksakan tersenyum untuk menyambut anaknya pulang kuliah. Tertenduk lesu, binggung harus berbuat apa. Rasa lapar seketika hilang begitu saja. Disaat sakit saja, hanya ada anknya dalam pikiranya. Pernahkan dalam kesaharian terlintas dalam pikiran Anda tentang Ibu, Ibu sedang apa dirumah? ibu makan apa? apakah ibu hari ini sehat? (.......) Kebiasaan ibu, ketika anaknya pulang, hanya tanya sudah makan? setelah itu diam, tak ada satupun kata yang terucap sampai anaknya sendiri yang menegurnya kembali. Capek runititas, terkadang saya jarang menegurnya kembali. Akan tetapi suatu hari, ibu bertanya cukup banyak? mungkin beliau cukup rindu terhadap anaknya diakhir obrannya masih teringat sampai sekarang "Bin, kapan ada libur, kok perasaan mahasiswa sekarang sibuk banget, udah jarang banget mijet ibu ya, ngobrol aja gak pernah lagi. "Jadi relakah Anda menukar kehangatan dalam keluarga Anda dengan kesibukan dalam pekerjaan Anda yang mungkin sudah sangat berlebihan?"

Setelah lulus kuliah, belum mendapatkan pekerjaan yang tetap, saya cukup menikmatinya untuk sekarang Kebersamaan yang semakin intim, banyak waktu santai. Saya begitu menikmatinya. Sungguh, inilah moment-moment yang saya rindukan dan saya dambakan. Bisa bercengkrama dengan ayah dan ibu, bercerita tentang kejadian-kejadian sewaktu kuliah, bercerita tentang beliau saat muda dulu. Inilah kebahagiaan, saya sungguh menikmatinya. Banyak yang mengagngap kebersamaan dalam keluarga adalah hal sepele. Tapi tahukah Anda keluarga yang harmonis terbentuk dari kebersamaan sehari-hari. Kebersamaan itu adalah suatu hal yang sungguh indah sekali, karena setiap manusia pasti menginginkan kebersamaan dengan orang-orang yang dicintainya itu, sehingga kebersamaan dalam hal apapun itu sungguh sangat indah sekali kita rasakan, dari kebersamaan itu kita bisa belajar banyak hal tentang hidup ini salah satunya adalah kita bisa melakukan sesuatu hal yang lebih bermakna dan berkesan dalam hidup bersama keluarga. 

14-10-2015 hari libur nasional yang bertapatan dengan tahun baru islam. Hari ini sebenarnya saya ada acara untuk menghadiri keakraban di program study. Entahlah mengapa panitia memilih hari ini (bukan diaturan jawa 1 syuro tidak boleh kemana-mana, sudahlah saya juga tidak terlalu mau bahas yang ini tidak penting juga, diadat minang semua hari baik tergantung setiap priabdi yang akan menjalaninya). Dengan banyak pertimbangan saya memutuskan tidak mengadiri acara tersebut, akan tetapi semua terbayar mahal dengan kebersaaman keluarga yang begitu erat. Pagi hari kami sudah bersih-bersih rumah, memperbaiki taman depan rumah, kemudian membuat ikan bakar khas padang bersama. Tak lupa membuat jajanan empek-empek khas palembang bersama uni, ibu, dan ayah. Sorenya tak disangka uni saya yang 1 yang pertama berkunjung kerumah. Ini benar moment yang jarang sekali terjadi. setelah kami dewasa susah sekali ada moment-moment seperti ini. Malam harinya, riuh yang saya rindukan kembali terdengar. dan saya benar-benar bahagia.

Akhirnya sekian dulu cerita yang bisa kami berikan sebagai renungan rehat anda setelah melakukan berbagai aktivitas yang tentunya melelahkan. Saya kembali mengingkan diri saya pribadi dan teman-teman sekali "Jadikan hidup anda berarti untuk orang-orang terdekat yang anda miliki. Dengan demikian, kebahagiaan perlahan akan menghampiri anda. Oleh karena itu hargai setiap kebersamaan bersama dengan keluarga, jadikanlah setiap kebersamaan bersama orang-orang yang paling kita cintai dengan sesuatu hal yang beda dan berarti dalam hidup ini, karena kebersamaan merekalah salah satu harta yang sangat berharga dalam hidup kita. Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yg kita lakukan, semua jerih lelah kita dalam pekerjaan, semua untuk mereka "Keluarga"

Ingatlah teman waktu itu terus berjalan, jangan sampai menyesai dikemudian hari karna tidak dapat bekata "ibu terimaksih", "maaf ya bu", Ibu masak apa" , "ibu cantik hari ini", "ayah udah makan", "ayah bagaimana pendapatmu tentang ini". Baiklah mulai sekarang luangkan waktu sedikit saja saja bersama keluarga, entah itu hanya minum teh atau makan bersama karena seorang manusia akan berjalan mengelilingi dunia untuk menemukan apa yang ia inginkan. Dan yang paling ia inginkan tak lain adalah kembali pulang kerumah.
 
Uang itu berharga… Kebersamaan dan kekeluargaan jauh lebih berharga. Tak ternilai!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar