Awal 2016 saya mencoba
mendaftar dunia perbankan. Salah satunya Bank Indonesia kualifikasi Staf G2.
Dari sini saja permasalahan sudah muncul. Latar belakang pendidikan saya yang
jauh dari dunia perbankan membuat saya
minder. Jujur saja saya tidak percaya diri dalam melamar pekerjaan ini. Akan
tetapi semua itu sirna taatkala saya bertemu dengan teman saya yang sukses
dengan dunia kerja yang berbeda dengan latar belakang pendidikan. Beliau
menceritakan bagaimana merintis karir dari nol tanpa kkn dan uang. Bagaimana
beliau mendaftar kerja, wawancara, tes psikotes kesana kemari. Tak jarang
ditahap akhir beliau tidak lolos. Tak jarang pula beliau dihina saat mendaftar
karna kualifikasi pendidikan yang bertolak belakang sekali dunia kerja yang
beliau geluti. Tetapi berkat tekad besar, semangat yang membara dan doa yang
tidak terputus akhirnya beliau sukses di dunia sekarang. Hal ini inilah yang
memberanikan diri saya mencoba berkompetisi dengan teman-teman yang kompetititif dalam
merebutkan pekerjaan di bank Indonesia. Dorongan keluarga yang sangat besar
serta doa orangtua yang tiada putus setelah sholat membuat rasa percaya diri
saya semakin tinggi. Di tambah lagi saya sesorang yang suka sekali memotivasi
diri sendiri untuk membangkitkan semangat berkompetesi.
Satu persatu tahap
saya lalui, tes adminitrasi lulus, tes psikotetes Bank Indonesia yang terkenal
susah Alhamdulillah saya lewati, itu pun untuk pertama kalinya saya mencicipi
test psikotest dalam mendaftar kerja. Tes wawancara awal terlewati dengan mulus,
begitupun tes kesehatan dan tes kejiwaan. Namun seperti Allah punya rencana
lebih baik. Saat penggumuman tahap akhir saya dinyataakan tidak dapat mengikuti
wawancara akhir setelah diperingkat nilai keseluruhan dari awal. Jujur saja
sempat kecewa atas hasil ini dan kembali tidak percaya diri. Namun setelah
mengingat perjuangan saya dari awal mendaftar, bertemu dengan teman-teman yang
kompetitif dari berbagai universitas terkemuka yang tak jarang banyak
berpredikat cumload membuat saya
berfikir ulang atas potensi diri saya
sendiri. Dari pengalaman inilah saya membangun brand dan citra yang positif dalam melamar pekerjaan yang berbeda
dari latar belakang pendidikan saya. Saya juga berharap saya dapat sukses di
dunia pekerjaan serta dapat berbagi pengalaman dengan adik, teman, rekan semua
yang mamasuki dunia perkerjaan. Kuncinya dari permasalahan ini yang saya tahu adalah
1. motivasi diri. Motivasi sendiri sangatlah penting, sekuat apapun pengaruh
dari luar. Jika diri sendiri sudah dibentengi oleh rasa percaya diri yang
tinggi. Kemungkinan besar pikiran negative akan susah masuk. 2. Belajar lebih
dari orang biasanya. Sudah tahu latar belakang pendidikan yang berbeda, saya
memajibkan diri membaca buku-buku ekonomi dan isu global saat ini. Karna saya
yakin semua ilmu dapat dipelajari, yang membedakan hanyalah waktu dan
kesempatannya saja. Percayalah usaha tidak akan menghianati hasil. 3. Bangun
pikiran positif dari semua kejadian yang dihadapi. Percayalah rezeki sudah
diatur. Manusia hanya bisa berihtiar, Seperti pengalaman saya tadi, awanya
memang mulus namun memang bukan rezeki saya bekerja di Bank Indonesia.