Kamis, 12 Oktober 2017

Lulusan Pendidikan "ngelamar" Bank Indonesia. WHY NOT




Awal 2016 saya mencoba mendaftar dunia perbankan. Salah satunya Bank Indonesia kualifikasi Staf G2. Dari sini saja permasalahan sudah muncul. Latar belakang pendidikan saya yang jauh dari dunia perbankan membuat  saya minder. Jujur saja saya tidak percaya diri dalam melamar pekerjaan ini. Akan tetapi semua itu sirna taatkala saya bertemu dengan teman saya yang sukses dengan dunia kerja yang berbeda dengan latar belakang pendidikan. Beliau menceritakan bagaimana merintis karir dari nol tanpa kkn dan uang. Bagaimana beliau mendaftar kerja, wawancara, tes psikotes kesana kemari. Tak jarang ditahap akhir beliau tidak lolos. Tak jarang pula beliau dihina saat mendaftar karna kualifikasi pendidikan yang bertolak belakang sekali dunia kerja yang beliau geluti. Tetapi berkat tekad besar, semangat yang membara dan doa yang tidak terputus akhirnya beliau sukses di dunia sekarang. Hal ini inilah yang memberanikan diri saya mencoba berkompetisi dengan  teman-teman yang kompetititif dalam merebutkan pekerjaan di bank Indonesia. Dorongan keluarga yang sangat besar serta doa orangtua yang tiada putus setelah sholat membuat rasa percaya diri saya semakin tinggi. Di tambah lagi saya sesorang yang suka sekali memotivasi diri sendiri untuk membangkitkan semangat berkompetesi.

Satu persatu tahap saya lalui, tes adminitrasi lulus, tes psikotetes Bank Indonesia yang terkenal susah Alhamdulillah saya lewati, itu pun untuk pertama kalinya saya mencicipi test psikotest dalam mendaftar kerja. Tes wawancara awal terlewati dengan mulus, begitupun tes kesehatan dan tes kejiwaan. Namun seperti Allah punya rencana lebih baik. Saat penggumuman tahap akhir saya dinyataakan tidak dapat mengikuti wawancara akhir setelah diperingkat nilai keseluruhan dari awal. Jujur saja sempat kecewa atas hasil ini dan kembali tidak percaya diri. Namun setelah mengingat perjuangan saya dari awal mendaftar, bertemu dengan teman-teman yang kompetitif dari berbagai universitas terkemuka yang tak jarang banyak berpredikat cumload membuat saya berfikir ulang  atas potensi diri saya sendiri. Dari pengalaman inilah saya membangun brand dan citra yang positif dalam melamar pekerjaan yang berbeda dari latar belakang pendidikan saya. Saya juga berharap saya dapat sukses di dunia pekerjaan serta dapat berbagi pengalaman dengan adik, teman, rekan semua yang mamasuki dunia perkerjaan. Kuncinya dari permasalahan ini yang saya tahu adalah 1. motivasi diri. Motivasi sendiri sangatlah penting, sekuat apapun pengaruh dari luar. Jika diri sendiri sudah dibentengi oleh rasa percaya diri yang tinggi. Kemungkinan besar pikiran negative akan susah masuk. 2. Belajar lebih dari orang biasanya. Sudah tahu latar belakang pendidikan yang berbeda, saya memajibkan diri membaca buku-buku ekonomi dan isu global saat ini. Karna saya yakin semua ilmu dapat dipelajari, yang membedakan hanyalah waktu dan kesempatannya saja. Percayalah usaha tidak akan menghianati hasil. 3. Bangun pikiran positif dari semua kejadian yang dihadapi. Percayalah rezeki sudah diatur. Manusia hanya bisa berihtiar, Seperti pengalaman saya tadi, awanya memang mulus namun memang bukan rezeki saya bekerja di Bank Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar