Minggu, 06 Desember 2015

"Rizky manusia itu akan terus mengalir sampai batas umur mereka, Jika masih diberi kehidupan berati masih banyak rizky-rizky yang belum dijemput begitupun sebaliknya."

Berbeda dengan tulisan-tulisan yang sebelumnya, Dalam kesempatan ini saya hanya ingin sedikit mencurahakan unek-unek didalam otak yang saya ingin teriakan pada dunia. Inikah dunia sebenerrnya, begitu munafikah mereka, begitu kejamkah mereka. Ini semua tidak sesuai dengan teori yang saya pelajari. 

Hidup di zaman yang semakin sulit seperti ini mungkin ribuan orang banyak yang merasakannya. Ribuan orang berlomba mencari pekerjaan untuk bisa bertahan hidup di dunia yang keras ini. Jutaan orang yang telah mendapatkan pekerjaan dan puluhan juta orang belum mendapatkan pekerjaan yang dinamakan nganggur.

Banyak cara yang dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan, bisa dengan cara melamar sendiri, minta bantuan kepada orang yang telah bekerja (nepotisme), ataupun membayar perusahaan agar bisa di terima denga cepat. Pernah terlintas dalam pikiran saya, "Buat apa harus kerja keras". "Buat apa harus belajar susah-susah". Toh mereka yang berduit, mereka yang punya kolaga orang penting akan berjaya. Dunia kerja itu kejam. Penuh dengan ketidakadilan. 
"Waktu itu saya melamar kerja pada sebuah instansi pemerintahan, dan kalian tahu apa yang terlontar dari mulut manis bapak berbaju dinas itu "Bawaan siapa mas?"

Sebenarnya saya masih ragu, inikah rasa marah pribadi atas jalan hidup saya yang tidak semulus biasanya, yang biasanya apa yang saya mau selalu saya dapatkan, apa yang saya sukai selalu saya raih atau saya marah atas ketidakadlian sistem yang penuh dengan ketidakadilan ini. Entahlah mungkin salah satu dari itu benar ataupun dua-duanya benar. Saya cuma mencoba yakin, bahwa meraka salah dan saya benar. Terbiasa dengan kejujujuran dan sportifitas yang tinggi sejak kecil, menambah keyakinan saya meraka yang salah. Mungkin saya bagian dari sekolompok kecil newbie yang terlalu polos pada dunia kerja. Sekolompok kecil newbie yang mencari alasan-alasan pada ketidakadilan ini. Kemunafikan dan keserakahan orang yang mencari posisi aman, orang-orang yang mencari "ketenangan" dunia.

Ingatlah ada "Agama" masih tetap menjadi pedoman hidup. Saya tidak menyesal telah telah bekerja keras sampai detik ini. Saya pun tidak menyesal susah belajar mati-matian hingga IPK 3.50 di saya dapatkan. Tidak sedikitpun saya kecewa tak terlahir dari golongan orang kaya ataupun punya kolega orang-orang di instansi tertentu. Saya buktikan saya benar, mereka salah. Walau saya yakin ini sulit, bukanya hanya kerikil kecil yang saya akan hadapi. tapi tembok kemunafikan yang begitu tabal. Jatuh bangun mungkin akan menjadi makanan saya, tapi saya yakin Allah bersama mereka orang-orang jujur dan sabar. Tetap menjalankan perintahnya dan menjuahi larangannya dan Allah akan membantu kita. Jika tidak bisa di dunia setidaknya akherat nanti sudah banyak tabungan.

Masih terekam dalam otak saya, "Rizky manusia itu akan terus mengalir sampai batas umur mereka, Jika masih diberi kehidupan berati masih banyak rizky-rizky yang belum dijemput begitupun sebaliknya."

Saya berdoa semoga kelak saya tidak seperti mereka orang-orang yang penuh kemunafikan dan keserakahan. Walaupun dalam detik ini saya masih mencari kayakinan dalam hati orang jujur juga bisa berjaya kok, orang punya otak masih bisa sukses kok. Tapi Entahlah seberapa kuat saya dalam situasi seperti ini. Semoga saja saya tidak goyah pada keputusan ini dan tetap pada jalan yang benar walupun saya yakin ini sulit.

Saya berharap tulisan ini mengingatkan saya ketika sudah berjaya nanti. Tetap menunjung nilai kejujuran dan sportifitas.

Rabu, 14 Oktober 2015

Kebersamaan bersama keluarga (Uang itu berharga… Kebersamaan dan kekeluargaan jauh lebih berharga. Tak ternilai! )


robbin family's
"Indahnya kebersamaan", meskipun kata-kata tersebut begitu mudah dan simpel untuk dikatakan namun itu adalah dua buah kata yang sangat sulit untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Anda mungkin adalah orang yang memiliki kesibukan yang super dan jadwal pekerjaan yang padat, akan tetapi jangan serta-merta hal ini menjadi sebuah alasan dan pembenaran bagi Anda manakala Anda tak lagi memiliki waktu yang berkualitas untuk keluarga. Cobalah untuk berkontemplasi ( merenung dengan penuh perhatian) dan mulai memikirkan sejenak bahwa keluarga sesungguhnya adalah diatas segalanya, bahkan pekerjaan Anda. Mungkin baru sekarang saya menyadari ini, dan tidak ada salahnya saya menshare agar Anda tidak terlambat lagi seperti saya. Akan tetapi sebelumnya saya bersyukur atas segala terjadi, karna pada dasarnya semua itu untuk pasti ada hikmahnya.

Selesai kuliah ini saya menyadari banyak waktu yang terbuang bersama keluarga, berangkat pagi pulang malam. Setelah makan malam, mengerjakan tugas, kemudian tidur esoknya berangkat kuliah lagi, sepertinya itulah rutinitas saya sehari-hari. Tak jarang hari minggu yang digadang-gadang akan menjadi best moment bersama kelurga, harus saya ihlaskan karna kebetulan selain menjadi mahasiswa, saya juga menjabat dibeberapa  bidang kepala organisasi kampus. Selain itu, sebagai mahasiswa sainstis, saya juga sempat mencicipi rasanya menjadi anak laboratorium (assisten praktikum ceritanya) yang bercengkrama dengan mikroskop dan teman-temanya,  saking asyiknya menikmati pengatahuan, sering kali lupa waktu untuk pulang. Belum lagi teman-teman kelas yang sering sekali mengajak hangout bersama melepas penat setelah lama bercengkrama dengan nama-nama ilmiah dan konsep-konsep biologi yang menyambung dari satu ke lainnya. Saya tegaskan lagi, saya bersyukur atas segala terjadi, semua itu pilihan dan saya  memilih ini. Saya tau pasti akan ada value yang saya dapatkan setelah ini walaupun tak sedikit hal-hal yang saya korbankan dan salah satunya waktu.

Masih ingat dalam ingatan saya, hari itu saya pulang dari kampus jam 7 malam. Setelah penat belajar, lelah dengan kegiatan, ditambah lagi harus berdiri  1 jam lebih disebuah bus ekonomi yang panasnya luar biasa. Entah sedang apes atau apa, bus AC langganan saya sudah lewat, terpaksalah  naik bus ekonomi. Perut yang keroncongan membuat emosi saya tak tertahan ingin segera makan kemudian tidur dirumah dan berangkat lagi esok hari untuk menjalankan kembali rutinitas. Namun apa yang terjadi setelah sampai rumah, tidak ada satupun makanan yang tersaji. Nasi kuning sisa kemeren saja hanya cukup untuk makan kucing. Ingin sekali saya marah saat itu, Namun hati ini luluh, batin saya menangis tak karauan seketika ketika ibu saya berkata "Eh anak ibu udah pulang, gimana kuliahnya, udah makan? uang jajanya cukup? maafin ibu ya, ibu gak masak, ibu sedikit capek ini". Terlihat raut muka pucat menahan sakit sambil memaksakan tersenyum untuk menyambut anaknya pulang kuliah. Tertenduk lesu, binggung harus berbuat apa. Rasa lapar seketika hilang begitu saja. Disaat sakit saja, hanya ada anknya dalam pikiranya. Pernahkan dalam kesaharian terlintas dalam pikiran Anda tentang Ibu, Ibu sedang apa dirumah? ibu makan apa? apakah ibu hari ini sehat? (.......) Kebiasaan ibu, ketika anaknya pulang, hanya tanya sudah makan? setelah itu diam, tak ada satupun kata yang terucap sampai anaknya sendiri yang menegurnya kembali. Capek runititas, terkadang saya jarang menegurnya kembali. Akan tetapi suatu hari, ibu bertanya cukup banyak? mungkin beliau cukup rindu terhadap anaknya diakhir obrannya masih teringat sampai sekarang "Bin, kapan ada libur, kok perasaan mahasiswa sekarang sibuk banget, udah jarang banget mijet ibu ya, ngobrol aja gak pernah lagi. "Jadi relakah Anda menukar kehangatan dalam keluarga Anda dengan kesibukan dalam pekerjaan Anda yang mungkin sudah sangat berlebihan?"

Setelah lulus kuliah, belum mendapatkan pekerjaan yang tetap, saya cukup menikmatinya untuk sekarang Kebersamaan yang semakin intim, banyak waktu santai. Saya begitu menikmatinya. Sungguh, inilah moment-moment yang saya rindukan dan saya dambakan. Bisa bercengkrama dengan ayah dan ibu, bercerita tentang kejadian-kejadian sewaktu kuliah, bercerita tentang beliau saat muda dulu. Inilah kebahagiaan, saya sungguh menikmatinya. Banyak yang mengagngap kebersamaan dalam keluarga adalah hal sepele. Tapi tahukah Anda keluarga yang harmonis terbentuk dari kebersamaan sehari-hari. Kebersamaan itu adalah suatu hal yang sungguh indah sekali, karena setiap manusia pasti menginginkan kebersamaan dengan orang-orang yang dicintainya itu, sehingga kebersamaan dalam hal apapun itu sungguh sangat indah sekali kita rasakan, dari kebersamaan itu kita bisa belajar banyak hal tentang hidup ini salah satunya adalah kita bisa melakukan sesuatu hal yang lebih bermakna dan berkesan dalam hidup bersama keluarga. 

14-10-2015 hari libur nasional yang bertapatan dengan tahun baru islam. Hari ini sebenarnya saya ada acara untuk menghadiri keakraban di program study. Entahlah mengapa panitia memilih hari ini (bukan diaturan jawa 1 syuro tidak boleh kemana-mana, sudahlah saya juga tidak terlalu mau bahas yang ini tidak penting juga, diadat minang semua hari baik tergantung setiap priabdi yang akan menjalaninya). Dengan banyak pertimbangan saya memutuskan tidak mengadiri acara tersebut, akan tetapi semua terbayar mahal dengan kebersaaman keluarga yang begitu erat. Pagi hari kami sudah bersih-bersih rumah, memperbaiki taman depan rumah, kemudian membuat ikan bakar khas padang bersama. Tak lupa membuat jajanan empek-empek khas palembang bersama uni, ibu, dan ayah. Sorenya tak disangka uni saya yang 1 yang pertama berkunjung kerumah. Ini benar moment yang jarang sekali terjadi. setelah kami dewasa susah sekali ada moment-moment seperti ini. Malam harinya, riuh yang saya rindukan kembali terdengar. dan saya benar-benar bahagia.

Akhirnya sekian dulu cerita yang bisa kami berikan sebagai renungan rehat anda setelah melakukan berbagai aktivitas yang tentunya melelahkan. Saya kembali mengingkan diri saya pribadi dan teman-teman sekali "Jadikan hidup anda berarti untuk orang-orang terdekat yang anda miliki. Dengan demikian, kebahagiaan perlahan akan menghampiri anda. Oleh karena itu hargai setiap kebersamaan bersama dengan keluarga, jadikanlah setiap kebersamaan bersama orang-orang yang paling kita cintai dengan sesuatu hal yang beda dan berarti dalam hidup ini, karena kebersamaan merekalah salah satu harta yang sangat berharga dalam hidup kita. Pada akhirnya kita akan sampai pada suatu titik dimana pada dasarnya semua yg kita lakukan, semua jerih lelah kita dalam pekerjaan, semua untuk mereka "Keluarga"

Ingatlah teman waktu itu terus berjalan, jangan sampai menyesai dikemudian hari karna tidak dapat bekata "ibu terimaksih", "maaf ya bu", Ibu masak apa" , "ibu cantik hari ini", "ayah udah makan", "ayah bagaimana pendapatmu tentang ini". Baiklah mulai sekarang luangkan waktu sedikit saja saja bersama keluarga, entah itu hanya minum teh atau makan bersama karena seorang manusia akan berjalan mengelilingi dunia untuk menemukan apa yang ia inginkan. Dan yang paling ia inginkan tak lain adalah kembali pulang kerumah.
 
Uang itu berharga… Kebersamaan dan kekeluargaan jauh lebih berharga. Tak ternilai!

Minggu, 11 Oktober 2015

Meminta Maaf itu !!! (menang dalam mengalahkan keegoisan dan kesombongannya yang tertanam dalam diri kita)


Memimpin Rapat Singkat Keakraban 2013
Gua minta maaf, Maafin gua ya, ehh sorry ya, maaf banget kemaren itu bla.. blaa. sering kali kata-kata ini mudah sekali terlontar, namun ada kalanya hanya  "maaf" susah sekali terucap, seakan lidah ini kelu. Sebenarnya apa yang menghalangi kita untuk mengucapkan kata "maaf" ini ? apakah keegoisan telah tertanam dalam jiwa kita, apakah kita merasa selalu melakukan yang benar dan tidak pernah melakukan kesalahan, apakah ketika kita meminta maaf, derajat ataupun martabat kita akan turun ? apakah meminta maaf akan mempermalukan diri kita? apakah meminta maaf akan memperlihat kita bersalah? . Jawabannya saya kira, anda sendiri akan mengetahuinya.

Pada dasarnya, ketika kita melakukan kesalahan kepada seseorang, maka akan ada sesuatu yang berbicara dalam hati kecil kita bahwa kita harus meminta maaf akan kesalahan yang telah kita lakukan, namun seperti yang tadi saya tanyakan, ada semacam konflik batin yang terjadi didalam pikiran kita mengenai hal ini. Pikiran yang membuat kita enggan untuk meminta maaf.

Dalam suatu kesempatan kami bekerja dalam suatua acara, kami punya pendapat masing-masing, kami punya presepsi yang berbeda, walaupun pada nantinya akan tertuju pada suatu tujuan "Sukses". Dasarnya keras kepala, tidak mau mengalah, dan merasa paling benar, ya itulah saya dan mereka pada massanya, seoarang mahasiswa yang punya ego tinggi, seorang mahasiswa yang masih mencari jati diri, seorang mahasiswa yang sedang mempertahankan eksistensi dirinya, seorang mahasiswa yang ingin merasa dipandang lebih dari orang lain. Namun pada suatu kesempatkan saya mengambil suatu keputusan dengan resiko yang besar dan kalian tau hasilnya, saya melakukan kesalahan besar, acara yang digadang-gadang akan sukses seakan mimpi belaka. Marah, iya, Kecewa, iya, Malu, pastinya. Keegoisan yang telah tertanam sebelumya membuat saya malu mengakui itulah kesalahan saya. Jujur saja, pada saat itu saya sempat terlintas akan mengkambinghitamkan seseorang. Namun apa yang terjadi, Seseorang itu menyadarkan saya akan sebuah ketulusan, menyadarkan saya akan berlapang dada ketika melakukan kesalahan, menyadarkan saya akan rasa tanggung jawab dalam bekerja, menyadarkan saya akan derajat ataupun martabat tak bearti apa-apa jika tidak ada sebuah ketulusan dan kejujuran didalamnya. Oleh karena itu, saya memberanikan diri untuk meminta maaf atas keegois saya dalam mengambil suatu keputusan. Masih ingat dalam benak saya, saat itu untuk pertama kalinya saya meminta maaf secara formal dihadapan banyak orang, mengakui segala kesalahan dan keogisan. Saya percaya sebagai manusia biasa kita semua pasti pernah melakukan kesalahan.  sebagai manusia yang tak pernah luput dari kesalahan pasti kita pun tak bisa luput dari saling maaf memaafkan. Setelah kejadian itu,  luruhnya semua pikiran saya akan keegoisan, 2 hari yang tersisa, kami manfaatkan untuk memulainya dari garis start. Walaupun tidak terlalu maksiamal akhirnya, namun banyak pelajaran yang saya ambil. Saya cuma ingin mengingatkan kepada diri saya dan kepada teman-teman sekalian, bahwa janganlah ragu ketika ada kesalahan yang telah kita sadari dan kita ingin meminta maaf kepada orang yang telah kita sakiti hatinya, selama orang tersebut masih dapat menerima maaf kita, maka segeralah meminta maaf kepadanya. Perlu di ingat meminta maaf berarti mengetahui kesalahan yang dilakukan, dan berjanji memperbaikinya. Ketika kita meminta maaf pada seseorang, maka seharusnya kita telah paham benar apa kesalahan yang telah kita lakukan. Percuma jika minta maaf tanpa tahu kesalahannya Kata maaf itu hanya seperti sebuah motor  tanpa bensin , kartu kredit tanpa rekening. Terlihat berharga dari luar namun tak ada isinya, dan tentu saja tak ada gunanya. Meminta maaf itu sebenarnya mudah. Namun apa yang kita lakukan setelah meminta maaf itu yang susah. Bagaiamana caranya agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Percuma kita meminta maaf kalau itu hanya keluar dari ucapan saja sedangkan sikap kita tak menunjukkan perubahan, tak ada penyesalan atas apa yang kita lakukan. 
Coba kita bayangkan ketika kita melakukan suatu kesalahan, namun kita enggan untuk meminta maaf, hingga pada suatu waktu ketika kita sudah berniat untuk meminta maaf, namun diwaktu itu juga kita mengetahui bahwa orang tersebut telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, ataupun sebaliknya ketika wakunya hampir tiba dipanggil oleh Yang Maha Kuasa , kita mau meminta maaf atas segala kesalahan yang kita perbuat. Maka apakah sempat kesalahan kita akan dapat dimaafkan ? apakah kedepannya kita dapat hidup dengan tenang tanpa memikirkan kesalahan yang telah kita lakukan ? 

Janganlah pernah merasa rendah ketika kita ingin meminta maaf atas kesalahan yang pernah kita lakukan kepada seseorang, karena sesungguhnya orang yang meminta maaf akan diangkat derajatnya olah Allah. Itu janji-Nya. Semua orang berhak atas maaf dan berhak memaafkan. Jadi, jangan takut untuk meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat asal jangan melakukan kesalahan yang sama. Karena hanya orang berani saja yang mampu meminta maaf. Setidaknya sudah menang dalam mengalahkan keegoisan dan kesombongannya yang tertanam dalam diri kita. 

"Meminta maaf tidak selalu berarti bahwa kamu salah dan orang lain benar . Ini hanya berarti bahwa kamu menghargai hubungan kamu lebih dari ego kamu".

Rabu, 07 Oktober 2015

5 Jurus Berfikir Positif (Lihatlah Sisi Baik Sebuah Peristiwa dan Itu Akan Meredam Sisi Buruknya)


Perjalanan Masih Panjang, Lakukan Banyak Hal Positif
Tidak ini akan menyusahkan nantinya...  Jangan di coba, nanti celaka... Tidak bisa, saya takut kenapa-napa... Itulah beberapa kalimat yang sering terlontar saat kita merasa ragu, steres, takut yang berlebihan akan sesuatu, Saya yakin, bukan saya saja yang mengalamainya. Kalian pernah juga ???

Dalam mengarungi hidup yang tidak tahu akan seperti apa akhirnya, kita dituntut untuk tetap bisa bertahan sampai batas ketahanan diri dan kekuatan yang kita miliki. Ketahanan diri kita sangat dipengaruhi oleh pola pikir kita saat menjalani semua persoalan hidup yang memang tidak pernah habis. Nah, Bagaimana kalo belum menjalankan sesuatu saja sudah memikirkan hal-hal negatif. Sterss, oh bisa jadi. Menyerah oh tidak akan terjadi.

Pikiran seseorang itu ajaib karena dapat mengubah kehidupan. Ia dapat mengubah kebahagiaan menjadi kesedihan, begitu juga sebaliknya, kesedihan dapat diubah jadi kebahagiaan, semua bergantung pada apa yang seseorang pikirkan. Ini merupakan fakta, kalian pernah mengalaminya??? Bagaimana dengan saya, Saya benar-banar mengalaminya, kekuatan pikiran itu benar-benar ajaib. Suatu masa saat duduk di bangku SMA, untuk pertama kalinya saya mencoba bergabung dengan salah satu Ektrakulikuler Sekolah. Pertama kali, ini benar. Saat duduk dibangku SMP saya ini sangat pendiam, tidak banyak teman, dan jarang berkomunikasi dengan teman-teman apalagi ikut oraganisasi sekolah ataupun kegiatan ektrakulikuler. Untuk itu, suatu persoalan yang besar ketika saat pertama kalinya ikut dan langsung maju kedepan podium untuk melihat kemampuan awal dalam berakting. Saat itu memang benar-benar kacau, saya takut, saya cemas akan penampilan saya nantinya, saya binggung harus bagaimana. Akan tetapi didetik-detik terakhir pikiran ajaib itu datang, dengan gagah berani saya mengularkan segala kemampuan berakting. Saat itu dalam benak saya hanya ada pikiran positif, "saya harus bisa" saya harus punya banyak teman" saya harus menunjukkan eksistensi saya"  lama-kelamaan pikiran negatif dan sikap pesimis itu lenyap. Dari kejadian itu, semuanya berubah, dari robbin yang cupu, pemalu kini menjadi robbin yang punya banyak teman, dan terkenal aktif, responsif bahakan nilai akademik saya pun semakin melesat jauh(tidak seperti bayangan saya sebelumnya, organisasi membuat efek negatif bagi prestasi saya). Saya tidak menyangka, pikiran positif itu benar-benar ajaib. Menjadi pemeran pambantu pria terbaik pertama, menjadi penulis skenario dan menjadi sutradara dalam pembuatan film-film pendek di SMA membuat saya semakin mencintai dunia perfiman(lain kali kita bahas tentang ini):D

Sebenarnya hidup kita ini dikendalikan oleh pikiran. Senang atau sedih itu pilihan. Kita bisa memilih bahagia kalau kita berpikir positif, sebaliknya kalau kita sedih, ya itu karena diri kita sendiri yang memilih untuk sedih. Dengan berpikir positif, seseorang dapat melahirkan sikap optimis. Sikap seperti inilah yang dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Stres pun bisa berakibat baik jika kita mampu mengelolanya dengan cara yang positif. "Orang kalau hidupnya selalu pesimis tidak akan bisa maju. Ada kalanya stres itu bermanfaat jika disikapi dari sudut pkalianng positif karena bisa menjadi media pembelajaran bagi seseorang,"ujar  psikolog sekaligus penulis buku psikologi komunikasi Prof Dr Jalaluddin Rahmat pada suatu artikel yang pernah saya baca. Banyak orang beranggapan bahwa berpikir positif itu sulit, terlebih di tengah himpitan beban hidup yang semakin meningkat. Padahal, berpikir positif itu bisa dilatih. Bagaimana cara melatihnya? 
Pertama, mulailah dari hal kecil pada pagi hari, seperti tersenyum saat melihat matahari terbit dan berkata, "Terima kasih ya Allah atas nafas yang masih Kau beri hari ini, aku bersyukur atas nikamt ini". "Coba saja praktikkan sendiri setiap pagi, setelah bangun tidur ucapkan rasa syukur kepada Allah, pasti itu berimbas baik seharian. Keliatannya sepele, tapi efeknya luar biasa. Kedua yang bisa melatih kita berpikir positif, yaitu dengan meningkatkan selera humor. Bisa dengan menonton film komedi atau bergaul dengan orang yang humoris. Berdasarkan beberapa penelitian, orang yang memiliki selera humor yang tinggi jauh lebih bahagia dan dapat meminimalkan stres dalam dirinya. Lewat sifat yang humoris pula, seseorang juga dapat dengan mudah melihat sisi baik dari setiap peristiwa. 
  
Selain itu kalian bisa memanfaatkan 5 jurus terjitu dalam meningkatkan kemampuan berpikir positif dari pengalaman pribadi saya dan beberapa rangkumana artikel yang pernag saya baca

1. Selalu bersyukur
Yap, nikmat nafas pagi hari saja sudah kita syukuri, apalagi kejadian-kejadian setelah itu. Menurut  saya semua kejadian yang dialami itu bersifat netral, baik/buruknya tergantung cara pendang diri kita sendiri dalam menyikapi kejadian tersebut. Selalu bersyukur akan membuat kalian lebih mensyukuri apa yang telah kalian dapatkan, menghilangkan keluh kesah serta emosi negatif yang ada pada diri kalian. Selain itu selalu bersyukur juga merupakan cara untuk membiasakan diri berpikir positif. 
2. Hilangkan pikiran negatif dan sikap pesimis
Seperti pengalaman saya tadi, perang melawan pikiran negatif itu wajib hukum, wajarlah kalo memang ada sedikit perasaan takut, malu ataupu sebagianya. Akantetapi saran saya bunuh pikiran negatif tersebut. Menghilangkan pikiran-pikiran negatif dari dalam diri kalian akan memudahkan pikiran positif Kalian untuk berkembang. Semakin sering kalian membiarkan pikiran positif kalian berkembang, semakin mudah pula bagi kalian untuk meningkatkan kemampuan berpikir positif.   
3. Biasakan diri Kalian untuk memikirkan hal-hal positif
Setelah pikiran-pikiran negatif dari dalam diri kalian hilang, akan memudahkan pikiran positif Kalian untuk berkembang. Membiasakan diri untuk memikirkan hal-hal positif akan membuat Kalian terbiasa dengan berpikir positif. Kebiasaan ini merupakan cara terjitu untuk meningkatkan kemampuan berpikir positif Kalian.
4. Berteman dengan orang yang selalu berpikir positif
Dalam postingan saya sebelumnya, teman itu ibarat gambaran diri kita, so bukanya bermaksud mengajarkan pilah-pilih teman, salah 4 jurus jitu meningkatkan kemampuan berpikir positif adalah berteman dengan orang yang selalu berpikir positif. Teman atau lingkungan sekitar memberikan pengaruh besar bagi cara pkalianng kita atau cara kita berpikir tentang segala sesuatu. Berteman dengan orang yang selalu berpikir positif akan membuat Kalian lebih mudah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan berpikir postif Kalian.
5. Rileks
Oke, ini tips simple untuk memudahkan kalian menghilangkan pikiran negatif atau emosi negatif dari dalam diri. Rileks akan memberikan ketenangan dimana ketenangan tersebut akan memudahkan Kalian untuk berpikir positif dan meningkatkan kemampuan berpikir positif. Kalo pengamanan pribadi saya ketika sedang galau ataupun stress cobalah makan buah pisang beberapa. Hal ini membuat mengubah mood kalian. Ini fakta. Yakin deh (Selain sabagai obat diet alami, ternayata buah satu ini bermanfaat akan perubahan mood seseorang)

Setiap manusia pada dasarnya selama masih hidup akan selalu disuguhi dengan ujian, cobaan, dan godaan yang terus menerus silih berganti. Oleh karena itu berpikir positif bukanlah suatu sifat yang akan melekat pada diri kita selamanya. Terkadang cobaan yang begitu berat membuat  kadang lupa untuk berpikiran positif dan kalap dan menjadikannya semakin buruk. Saat itulah, Percayalah bahwa Allah itu adalah Maha penyanyang lagi maha perngasih. Allah akan adil pada hambanya,  semua yang terjadi adalah kehendak-Nya agar kita tetap berada pada sikap yang benar, yakni selalu berpikir positif. Yang penting tugas kita sebagai manusia adalah mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjahui larangan-Nya. Hidup di dunia hanya sementara, akhirat itu semua akan di minta pertanggungjawabnya. Inilah inti dari berpikir positif, selalu melihat sisi baik sebuah peristiwa dan meredam sisi buruknya. "Orang yang punya pikiran positif, pembawaannya selalu tenang dan cenderung mampu mengambil sisi baik dari sebuah kejadian, dia tidak hanyut oleh kejadian tersebut melainkan dialah yang mengendalikan pikirannya atas kejadian itu


 dari berbagai sumber