Senin, 05 Oktober 2015

Pesona Danau Maninjau Membuat di Juluki Desa Dari Surga (Potongan kecil dari surga ditanah Minang)

Danau Maninjau, Padang


Bicara mengenai kampung halaman, saya  juga punya. Tidak seperti teman-teman lain yang seminggu atau sebulan sekali bisa pulang. Saya harus menunggu  moment yang pas pulang untuk pulang kampung. Yap moment yang pas seperti bulan puasa atau pun hari besar-besar lainya. Sebagai putra minang kembali ke kampung halaman merupakan hal yang sangat menyenangkan. Bertemu dengan sana' saudara den sanang sakali. Budaya minang yang tidak pernah luntur oleh perkembangan zaman keramahtamahan terhadap pendatang, serta potongan kecil surga menjadikan saya rindu akan kampung halaman.

Maninjau adalah kampung halaman saya, sampai saat ini sudah beberapa kali kami mengunjunginya. Bosan, tidak sama sekali. Hanya saja dengan ada modernisasi tampilan danau maninjau semakin indah walaupun banyak perubahan yang tidak perlu dan menurut saya sepertinya mengurangi keasrian Danau Maninjau. Akan tetapi sejatinya ini untuk kebaikan bersama. Setidaknya saat kecil dulu saya sempat merasakan Danau Maninjau yang benar-benar asri dan elok. 

Danau Maninjau adalah salah satu danau di Indonesia dengan pemandangan dan panorama alam yang begitu indah dan menakjubkan. Danau ini tegolong sebagai salah satu danau terbesar di Indonesia. Danau ini terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Sumatera Barat. Danau Maninjau merupakan danau vulkanik dan memiliki luas sekitar 99,5 km. Berada di ketinggian 461,5 mdpl, hawanya sejuk pake banget bikin betah karena di kelilingi perbukitan yang rimbun. Puncak tertinggi diperbukitan danau maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang, eitss di puncak lawang juga ada olah raga terbang layang alias parasailing, kalo mau seru-seruan bisa terbang tendem dan berputar-putar nggak jelas di atas danau yangg cukup luas dan termasuk danau terbesar ke 11 di Indonesia.
pesona danau maninjau
di tepi danau maninjau

Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi danau ini, anda akan menemukan jalan yang berliku-liku. Ada dua rute yang bisa Anda pilih untuk dilalui. Rute pertama yaitu dari Padang-Pariaman-Lubuk Basung yang dapat Anda tempuh dalam waktu selama 1,5 jam. Untuk rute yang kedua, Anda juga bisa melalui jalur dari Padang-Bukittinggi-Danau Maninjau dengan menghabiskan waktu perjalanan selama 3 jam. Kedua rute ini sama-sama menarik. Saya mengibarakanya seperti pesona keindahan danau maninjau secara deduktif atau induktif. Jika alur dari Padang-Bukittinggi-Danau Maninjau kalian akan melihat keindahan danau maninjau diakhir perjalanan, Melewati jalan yang menurun dan berliku yang dikenal dengan sebutan kelok 44 serta keramahtamahan monyet-monyet liar asli penunggu kelok 44. Saran saya buat teman-teman yang sering mabuk perjalanan minum obat dulu ya, yakin deh pasti muntah, tapi sayangnya kalian tidak akan melihat keindahan paronama Danau Maninjau dari setiap kelok, karna dari setiap kelok ada kabar angin mengungkapkan kalian akan melihat pemandangan berbeda. Ada yang bilang kelok 33 pemandangan paling bagus, ada yang bilang 28, ada pula yang 9, ataupun lainya, Setiap orang melihat pasti akan bilang "ini secuil potongan surga". Untuk teman-teman yang melawati jalur ini setelah kalian terbebas dari jalan berkelok dan melihat Perahu yang terdampar dengan baliho yang bertuliskan " Kamilau Danau Maninjau Menanti Anda di Kecematan Tanjung Raya" bearti anda sudah berada dikelok 1 dan lihatlah pesona Danau Maninjau yang benar-benar elok dan menjernihkan pikiran. Untuk teman-teman ketahui, di depan baliho akan ada rumah khas minang dengan ukuran sedang, itulah rumah milik kakek dan nenek saya. Memang tidak terlalu besar, akan tetapi disitulah Ayah saya dibesarkan dan banyak kenangan indah disana. Bagaimana desa ibu saya, tenang jika kalian melewati rute Padang-Pariaman-Lubuk Basung kalian akan melewati desa Lubuk Sawo. Nah disitulah ibu saya dibesarkan. Berada  dikaki gunung dan didampingi gemercik suara air yang memecah batu-batu besar dibelakang rumah, tak heran kalian banyak yang bilang desa Lubuk Sawo adalah desa rekomendasi bagi kalian yang ingin menenangkan hati. Inilah beberapa potongan surga yang diambil dari kamera handphone biasa dan tangan dingin seorang fotografer yang masih abal-abal. hihihi

danau maninjau dari kelok 9
Jalan santai  di kelok 1
danau maninjau dari kelok 5



Setelah lelah berkeliling menikmati keindahan danau, Anda bisa menikmati kenikmatan makanan khas Sumatera Barat, yakni masakan Padang yang terdapat di pinggiran danau. Saya di recomend cobainlah namanya pensi (sejenis kerang yang direbus dengan daun bawang dan bumbu-bumbu khusus), sate padang (sate dengan kuah yang berbeda dengan sate lainya) dan ikan bada (ikan yang hanya ada di danau maninjau). Akan banyak menu di rumah makan pinggiran danau mulai dari makanan padang sampe makanan bule. Bule, jangan heran ya kalo banyak bule berkeliaran di Danau Maninjau. Bagaimana dengan rasa, jangan ditanya masakan padang mana ada yang tidak enak, selain itu anda dapat menikmati kenikmatan makanan dengan latar belakang Danau yang begitu indah dan mempesona. Bagaimana dengan harga. Saya cuma mau bilang harga tidak pernah membohongi kualitas. Kalo mau cari yang murah cari aja resort punya om saya, om Eri namanya. Bilang aja saudara saya pasti dikasih murah. :D

Hingga saat ini, sudah banyak wisatawan yang mengenal keindahan dari danau ini. Di tempat ini, para pengunjung dapat menelusuri keindahan alamnya dengan memanfaatkan perahu sewaan. Selain itu, Anda juga bisa melihat rutinitas dan aktivitas yang dilakukan oleh penduduk sekitar di danau tersebut. Kalian ngaku pecinta budaya, hobi traveling/fotografer, atau pecinta kuliner nusantara  belum pernah ke Danau Maninjau. hehe. Yok kosongkan jadwal, kita berlibur ke Danau Maninjau.

Puncak Lawang Sebagai Puncak Tertinggi di Danau Maninjau
Pesona danau maninjau dari kelok 33


Karna keindahan, ketenangan, keheningan serta damai nya suasana Maninjau membuat di juluki desa dari surga, dari sebuah artikel saya sempat membaca 
Presiden Soekarno berkata “Jangan Datang Ke Ranah Minang, Kalau Tak Mampir Ke Maninjau”

Ini sedikit moment kebersamaan dengan keluarga di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Sumatera Barat beberapa tahun yang lalu. Kalo kualitas gambarnya tidak begitu bagus, beribu maaf saya haturkan. Maklum saja semua foto yang ada, diambil dengan menggunkan kamera hanphone.
Kalo ke "alay" an saya, please jangan di koment ya !!!! hihihi maklumlah. eh wajarlah  ^_^

di depan tugu selamat datang

di depan tugu selamat datang

bersama saudara dan uni-uni saya

bersama saudara sepupu di maskot danau maninjau

dikelok 5 yang banyak berkiliaran monyet  liar

di kelok 3 danau maninjau

di depan jalan kelok 1 yang menghadap langsung rumah nenek

Istirahat sejenak, manandang keindahan danau mannijau


Tidak ada komentar:

Posting Komentar