 |
| Danau Maninjau, Padang |
Bicara mengenai kampung halaman, saya juga
punya. Tidak seperti teman-teman lain yang seminggu atau sebulan sekali bisa
pulang. Saya harus menunggu moment yang pas pulang untuk pulang kampung.
Yap moment yang pas seperti bulan puasa atau pun hari besar-besar lainya.
Sebagai putra minang kembali ke kampung halaman merupakan hal yang sangat
menyenangkan. Bertemu dengan sana' saudara den sanang sakali. Budaya minang
yang tidak pernah luntur oleh perkembangan zaman keramahtamahan terhadap
pendatang, serta potongan kecil surga menjadikan saya rindu akan kampung
halaman.
Maninjau adalah kampung halaman saya, sampai saat ini
sudah beberapa kali kami mengunjunginya. Bosan, tidak sama sekali. Hanya saja
dengan ada modernisasi tampilan danau maninjau semakin indah walaupun banyak
perubahan yang tidak perlu dan menurut saya sepertinya mengurangi keasrian
Danau Maninjau. Akan tetapi sejatinya ini untuk kebaikan bersama. Setidaknya
saat kecil dulu saya sempat merasakan Danau Maninjau yang benar-benar asri dan
elok.
Danau Maninjau adalah salah satu danau di Indonesia
dengan pemandangan dan panorama alam yang begitu indah dan menakjubkan. Danau
ini tegolong sebagai salah satu danau terbesar di Indonesia. Danau ini terletak
di Kecamatan Tanjung Raya, Sumatera Barat. Danau Maninjau merupakan danau
vulkanik dan memiliki luas sekitar 99,5 km. Berada di ketinggian 461,5 mdpl,
hawanya sejuk pake banget bikin betah karena di kelilingi perbukitan yang
rimbun. Puncak tertinggi diperbukitan danau maninjau dikenal dengan nama
Puncak Lawang, eitss di puncak lawang juga ada olah raga terbang layang alias
parasailing, kalo mau seru-seruan bisa terbang tendem dan berputar-putar nggak
jelas di atas danau yangg cukup luas dan termasuk danau terbesar ke 11 di
Indonesia.
 |
| pesona danau maninjau |
 |
| di tepi danau maninjau |
Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi danau ini,
anda akan menemukan jalan yang berliku-liku. Ada dua rute yang bisa Anda pilih
untuk dilalui. Rute pertama yaitu dari Padang-Pariaman-Lubuk Basung yang dapat
Anda tempuh dalam waktu selama 1,5 jam. Untuk rute yang kedua, Anda juga bisa
melalui jalur dari Padang-Bukittinggi-Danau Maninjau dengan menghabiskan waktu
perjalanan selama 3 jam. Kedua rute ini sama-sama menarik. Saya mengibarakanya
seperti pesona keindahan danau maninjau secara deduktif atau induktif. Jika
alur dari Padang-Bukittinggi-Danau Maninjau kalian akan melihat keindahan danau
maninjau diakhir perjalanan, Melewati jalan yang menurun dan berliku yang dikenal dengan sebutan kelok 44 serta keramahtamahan monyet-monyet liar asli penunggu kelok 44. Saran saya buat
teman-teman yang sering mabuk perjalanan minum obat dulu ya, yakin deh pasti
muntah, tapi sayangnya kalian tidak akan melihat keindahan paronama Danau
Maninjau dari setiap kelok, karna dari setiap kelok ada kabar angin
mengungkapkan kalian akan melihat pemandangan berbeda. Ada yang bilang kelok 33
pemandangan paling bagus, ada yang bilang 28, ada pula yang 9, ataupun lainya,
Setiap orang melihat pasti akan bilang "ini secuil potongan surga".
Untuk teman-teman yang melawati jalur ini setelah kalian terbebas dari jalan
berkelok dan melihat Perahu yang terdampar dengan baliho yang bertuliskan
" Kamilau Danau Maninjau Menanti Anda di Kecematan Tanjung Raya"
bearti anda sudah berada dikelok 1 dan lihatlah pesona Danau Maninjau yang
benar-benar elok dan menjernihkan pikiran. Untuk teman-teman ketahui, di depan
baliho akan ada rumah khas minang dengan ukuran sedang, itulah rumah milik
kakek dan nenek saya. Memang tidak terlalu besar, akan tetapi disitulah Ayah
saya dibesarkan dan banyak kenangan indah disana. Bagaimana desa ibu saya,
tenang jika kalian melewati rute Padang-Pariaman-Lubuk Basung kalian akan
melewati desa Lubuk Sawo. Nah disitulah ibu saya dibesarkan. Berada
dikaki gunung dan didampingi gemercik suara air yang memecah batu-batu besar
dibelakang rumah, tak heran kalian banyak yang bilang desa Lubuk Sawo adalah
desa rekomendasi bagi kalian yang ingin menenangkan hati. Inilah beberapa
potongan surga yang diambil dari kamera handphone biasa dan tangan dingin
seorang fotografer yang masih abal-abal. hihihi
 |
| danau maninjau dari kelok 9 |
 |
| Jalan santai di kelok 1 |
 |
| danau maninjau dari kelok 5 |
Setelah lelah berkeliling menikmati keindahan
danau, Anda bisa menikmati kenikmatan makanan khas Sumatera Barat, yakni
masakan Padang yang terdapat di pinggiran danau. Saya di recomend
cobainlah namanya pensi (sejenis kerang yang direbus dengan daun bawang dan
bumbu-bumbu khusus), sate padang (sate dengan kuah yang berbeda dengan sate
lainya) dan ikan bada (ikan yang hanya ada di danau maninjau). Akan banyak menu
di rumah makan pinggiran danau mulai dari makanan padang sampe makanan bule.
Bule, jangan heran ya kalo banyak bule berkeliaran di Danau Maninjau. Bagaimana
dengan rasa, jangan ditanya masakan padang mana ada yang tidak enak, selain itu
anda dapat menikmati kenikmatan makanan dengan latar belakang Danau yang begitu
indah dan mempesona. Bagaimana dengan harga. Saya cuma mau bilang harga tidak
pernah membohongi kualitas. Kalo mau cari yang murah cari aja resort punya om
saya, om Eri namanya. Bilang aja saudara saya pasti dikasih murah. :D
Hingga saat ini, sudah banyak wisatawan yang
mengenal keindahan dari danau ini. Di tempat ini, para pengunjung dapat
menelusuri keindahan alamnya dengan memanfaatkan perahu sewaan. Selain itu,
Anda juga bisa melihat rutinitas dan aktivitas yang dilakukan oleh penduduk
sekitar di danau tersebut. Kalian ngaku pecinta budaya, hobi
traveling/fotografer, atau pecinta kuliner nusantara belum pernah ke
Danau Maninjau. hehe. Yok kosongkan jadwal, kita berlibur ke Danau Maninjau.
 |
| Puncak Lawang Sebagai Puncak Tertinggi di Danau Maninjau |
 |
| Pesona danau maninjau dari kelok 33 |
Karna keindahan, ketenangan,
keheningan serta damai nya suasana Maninjau membuat di juluki desa dari surga,
dari sebuah artikel saya sempat membaca
Presiden Soekarno berkata “Jangan Datang Ke Ranah Minang, Kalau Tak Mampir Ke
Maninjau”.
Ini sedikit moment kebersamaan dengan
keluarga di Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Sumatera Barat beberapa tahun
yang lalu. Kalo kualitas gambarnya tidak begitu bagus, beribu maaf saya
haturkan. Maklum saja semua foto yang ada, diambil dengan menggunkan kamera hanphone.
Kalo ke "alay" an saya,
please jangan di koment ya !!!! hihihi maklumlah. eh wajarlah ^_^
 |
| di depan tugu selamat datang |
 |
| di depan tugu selamat datang |
 |
| bersama saudara dan uni-uni saya |
 |
| bersama saudara sepupu di maskot danau maninjau |
 |
| dikelok 5 yang banyak berkiliaran monyet liar |
 |
| di kelok 3 danau maninjau |
 |
| di depan jalan kelok 1 yang menghadap langsung rumah nenek |
 |
| Istirahat sejenak, manandang keindahan danau mannijau |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar